Kondensasi atau dalam bahasa kita pengembunan sering kali/dapat kita lihat pada AC di rumah anda pada bagian outdoor pipa-pipa nya sering berembun dan meneteskan air hal ini bertanda unit AC bekerja normal atau pada drainase AC keluar tetesan air, patut di curigakan jika AC tidak basah pada pipa-pipanya dan drainase tidak mengeluarkan air...bisa jadi hal ini di sebabkan karena kompresor AC sudah tidak bekerja dengan baik.
Kondensasi atau pengembunan adalah perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat. seperti pada Gas (uap) menjadi cair ketika di dinginkan, jika pada unit AC kondensasi terjadi karena gas freon bertekanan di tingkatkan lagi oleh kompresor sehingga menjadi berbentuk cairan yang terbentuk oleh kondensor kemudian akan terjadi penyerapan panas pada evaporator dan akan kembali lagi masuk kedalam kompresor dalam wujud gas dari situlah adanya pipa bertekanan tinggi dan pipa bertekanan rendah atau high press dan low press. jika hendak mengisi freon ac di haruskan freon ac masuk ke dalam pipa tekanan rendah dahulu. pernah suatu ketika saya melihat ada teknisi ac pada saat mengisi freon dengan membalikan tabung gas freon sesungguhnya hal ini tidak lah bagus karena yang akan masuk cairan freonnya dan hal ini bisa menyebabkan kompresor menjadi rusak.
Kondensasi uap menjadi cairan adalah lawan dari penguapan (evaporasi) dan merupakan proses pertukaran panas misalnya es cendol yang dingin pada permukaan luar gelasnya akan terlihat ada air menetes itulah kondensasi es cendol........!
MEGA TEKHNIK SERVICE jasa service ac berpengalaman dan bergaransi.. "kepuasan pelanggan prioritas kami". jika anda puas rekomendasi ke kerabat anda,kalau tidak puas hubungi kami.. terima kasih :) hub: CHANDRA 0812-71-58-4848 / 0857-58-000-372
Friday, 30 August 2013
Inilah Penyebab Kerusakan AC
Kerusakan-kerusakan pada Air Conditioner salah satu penyebabnya adalah karena kurangnya perawatan ac, pada indoor AC debu yang sudah menebal dan menumpuk pada sirip sirip evaporator indoor sehingga udara di dalam ruangan tidak dapat di serap panasnya oleh evaporator. yang menyebabkan lampu indor berkedip-kedip *disco* hal ini di sebabkan karena 2 hal yaitu:
1. kerusakan pada termis dan termostat
Hal ini pernah terjadi pada AC merk samsung, seperti yang banyak di pertanyakan di kotak komentar. pada saat AC di hidupkan lampu power menyala namun pada saat rellay bekerja hendak mengirim arus ke outdoor AC langsung mati dan lampu pada display yang terdapat pada indoor berkedip-kedip hal ini menandakan kinerja termis dan termostat sudah mulai rusak.
2. kerusakan pada receiver remote (sensor)
Pada saat hendak menoperasikan AC dengan menekan tombol power on pada remote ac tidak dapat hidup/berfungsi dengan semestinya, ini bisa disebabkan terdapat kerusakan pada sistem control/sensor ac, karena pada saat mengoperasikan AC secara manual maka ac dapat hidup kembali. jika terdapat gejala hal seperti ini lakukanlah pengecekan dengan dua cara:
1. Check dahulu remote ac apakah masih berfungsi dengan baik..! cara mengecek remote AC.
2. Jika remote AC di pastikan masih dalam kondisi bagus/baik maka check pada sensor ac/receiver remote pada indoor ac, gantilah bagian sensor ac yang rusak tersebut sesuai dengan aslinya.
Pada beberapa merk AC sudah ada yang menjual control sensor ac (1 paket), namun ada juga yang harus memesan dahulu pada service center pabrikan AC tersebut.
Tuesday, 27 August 2013
ac central
Kalau kita jalan-jalan ke mall atau ke rumah sakit atau gedung-gedung perkantoran, kita dapat merasakan hawa dingin dari ruangan tersebut akan tetapi kita tidak melihat AC yang terpasang di sekitarnya. Dan setelah kita perhatikan bahwa di langit-langit ruangan tersebut terdapat lubang udara / diffuser yang menyemburkan udara dingin. Sistem udara yang kita lihat itu, itulah yang dimaksud dengan sistem AC Central.
Jadi AC Central adalah sistem pendinginan ruangan yang dikontrol dari satu titik atau tempat dan di distribusikan secara terpusat ke seluruh isi gedung dengan kapasitas yang sesuai dengan ukuran ruangan dan isinya dengan menggunakan saluran udara / ducting ac.
Secara garis besar, Sistem AC Central terbagi atas beberapa komponen yaitu :
Ada dua sistem AC Central yang ada di pasaran saat ini yaitu :
Sistem Air dan Sistem Freon.
Pada sistem air, media pembawa dingin yang berjalan dalam pipa distribusi adalah air / water.
Sedangkan pada sistem freon, media yang dipakai untuk membawa dingin adalah freon.
Sistem air memiliki kelebihan dapat digunakan dalam skala yang besar / gedung bertingkat atau mall yang berukuran besar.
Sedangkan Sistem freon hanya dapat dipakai dalam sistem yang tidak terlalu besar / jauh jaraknya antara unit indoor dan outdoor.
Sistem FreonPada sistem freon, unit AC Central yang dikenal biasa disebut dengan Split Duct. Prinsip kerjanya hampir sama dengan sistem ac split biasa, akan tetapi lubang udaranya menggunakan sistem ducting / pipa dan pada tiap-tiap keluaran udaranya menggunakan diffuser. Untuk mengatur besar kecilnya udara yang keluar digunakan damper.
Sistem ini cocok digunakan untuk keperluan :
Sistem Air
Sistem AC Central dengan menggunakan air adalah sebuah sistem ac central yang menggunakan media air sebagai pembawa dinginnya.
Biasanya pada skala kecil, unit indoor yang digunakannya adalah fan coil unit. Sedangkan pada skala yang besar biasanya menggunakan AHU / Air Handling Unit.
Untuk mendinginkan air yang akan di distribusikan, maka digunakan Chiller. Chiller bertugas memindahkan panas yang di dapat dari sirkulasi di dalam ruangan ke sistem sirkulasi luar gedung. Lalu air yang panas itu kemudian di dinginkan dengan menggunakan cooling tower.
Sistem AC Central yang menggunakan air ini biasanya lebih cocok digunakan pada :
3. Cooling Tower
Prestasi menara pendingin biasanya dinyatakan dalam “range” dan “approach”,dimana range adalah penurunan suhu air yang melewati cooling tower dan approach adalah selisih antara udara suhu udara wet-bulb dan suhu air yang keluar. Perpindahan kalor yang terjadi pada cooling tower berlangsung dari air ke udara tak jenuh. Ada dua penyebab terjadinya perpindahan kalor yaitu perbedaan suhu dan perbedaan tekanan parsial antara air dan udara. Suhu pengembunan yang rendah pada cooling tower membuat sistem ini lebih hemat energi jika digunakan untuk system refrigerasi pada skala besar seperti chiller. Salah satu kekurangannya adalah bahwa sistem ini tidak praktis karena jarak yang jauh antara chiller dan cooling tower sehingga memerlukan system pemipaan yang relative panjang. Selain itu juga biaya perawatan cooling tower cukup tinggi dibandingkan system lainnya.
Jadi AC Central adalah sistem pendinginan ruangan yang dikontrol dari satu titik atau tempat dan di distribusikan secara terpusat ke seluruh isi gedung dengan kapasitas yang sesuai dengan ukuran ruangan dan isinya dengan menggunakan saluran udara / ducting ac.
Secara garis besar, Sistem AC Central terbagi atas beberapa komponen yaitu :
- Chiller / Condensing Unit / Outdoor AC
- AHU (Air Handling Unit)
- Ducting AC / saluran ac
- Cooling Tower
- Pompa Sirkulasi
Ada dua sistem AC Central yang ada di pasaran saat ini yaitu :
Sistem Air dan Sistem Freon.
Pada sistem air, media pembawa dingin yang berjalan dalam pipa distribusi adalah air / water.
Sedangkan pada sistem freon, media yang dipakai untuk membawa dingin adalah freon.
Sistem air memiliki kelebihan dapat digunakan dalam skala yang besar / gedung bertingkat atau mall yang berukuran besar.
Sedangkan Sistem freon hanya dapat dipakai dalam sistem yang tidak terlalu besar / jauh jaraknya antara unit indoor dan outdoor.
Sistem FreonPada sistem freon, unit AC Central yang dikenal biasa disebut dengan Split Duct. Prinsip kerjanya hampir sama dengan sistem ac split biasa, akan tetapi lubang udaranya menggunakan sistem ducting / pipa dan pada tiap-tiap keluaran udaranya menggunakan diffuser. Untuk mengatur besar kecilnya udara yang keluar digunakan damper.
Sistem ini cocok digunakan untuk keperluan :
- Mini market
- klinik
- sekolah / universitas
- ruangan kantor
- dll.
Sistem Air
Sistem AC Central dengan menggunakan air adalah sebuah sistem ac central yang menggunakan media air sebagai pembawa dinginnya.
Biasanya pada skala kecil, unit indoor yang digunakannya adalah fan coil unit. Sedangkan pada skala yang besar biasanya menggunakan AHU / Air Handling Unit.
Untuk mendinginkan air yang akan di distribusikan, maka digunakan Chiller. Chiller bertugas memindahkan panas yang di dapat dari sirkulasi di dalam ruangan ke sistem sirkulasi luar gedung. Lalu air yang panas itu kemudian di dinginkan dengan menggunakan cooling tower.
- Gedung bertingkat
- Mall yang besar
- Stadium
- Pabrik
- Bandara udara
- Terminal kereta
- dll.
Pada unit pendingin atau chiller yang menganut system kompresi uap, komponennya terdiri dari kompresor, kondensor, alat ekspansi dan evaporator. Pada chiller biasanya tipe kondensornya adalah water-cooled condenser. Air untuk mendinginkan kondensor dialirkan melalui pipa yang kemudian outputnya didinginkan kembali secara evaporative cooling pada cooling tower.
Pada komponen evaporator, jika sistemnya indirect cooling maka fluida yang didinginkan tidak langsung udara melainkan air yang dialirkan melalui system pemipaan. Air yang mengalami pendinginan pada evaporator dialirkan menuju system penanganan udara (AHU) menuju koil pendingin.
Chiller AC Central
AHU (Air Handling Unit )
Prinsip kerja secara sederhana pada unit penanganan udara ini adalah menyedot udara dari ruangan (return air) yang kemudian dicampur dengan udara segar dari lingkungan (fresh air) dengan komposisi yang bisa diubah-ubah sesuai keinginan. Campuran udara tersebut masuk menuju AHU melewati filter, fan sentrifugal dan koil pendingin. Setelah itu udara yang telah mengalami penurunan temperature didistribusikan secara merata ke setiap ruangan melewati saluran udara (ducting) yang telah dirancang terlebih dahulu sehingga lokasi yang jauh sekalipun bisa terjangkau.
Jika kita perhatikan komponen-komponen apa saja yang ada di dalamnya maka setiap AHU akan memiliki :
Jika kita perhatikan komponen-komponen apa saja yang ada di dalamnya maka setiap AHU akan memiliki :
1. Filter merupakan penyaring udara dari kotoran, debu, atau partikel-partikel lainnya sehingga diharapkan udara yang dihasilkan lebih bersih. Filter ini dibedakan berdasarkan kelas-kelasnya.
2. Centrifugal fan merupakan kipas/blower sentrifugal yang berfungsi untuk mendistribusikan udara melewati ducting menuju ruangan-ruangan.
3. Koil pendingin, merupakan komponen yang berfungsi menurunkan temperatur udara.
Beberapa kelemahan dari sistem ini adalah jika satu komponen mengalami kerusakan dan sistem AC sentral tidak hidup maka semua ruangan tidak akan merasakan udara sejuk. Selain itu jika temperatur udara terlalu rendah atau dingin maka pengaturannya harus pada termostat di koil pendingin pada komponen AHU.
Air Handling Unit
Air Handling Unit
3. Cooling Tower
Salah satu komponen utama pada AC sentral selain chiller, AHU, dan ducting adalah cooling tower atau menara pendingin. Fungsi utamanya sebagai alat untuk mendinginkan air panas dari kondensor dengan cara dikontakkan langsung dengan udara secara konveksi paksa menggunakan fan/kipas.Konstruksi cooling tower terdiri dari system pemipaan dengan banyak nozzle,fan/blower,bakpenampung,casing, ds.
Proses yang terjadi pada chiller atau unit pendingin untuk system AC sentral dengan system kompresi uap terdiri dari proses kompresi, kondensasi, ekspansi dan evaporasi. Proses ini terjadi dalam satu siklus tertutup yang menggunakan fluida kerja berupa refrigerant yang mengalir dalam system pemipaan yang terhubung dari satu komponen ke komponen lainnya. Kondensor pada chiller biasanya berbentuk water-cooled condenser yang menggunakan air untuk proses pendinginan refrigeran. Secara umum bentuk konstruksinya berupa shell & tube dimana air mengalir memasuki shell/ tabung dan uap refrigeran superheat mengalir dalam pipa yang berada di dalam tabung sehingga terjadi proses pertukaran kalor. Uap refrigeran superheat berubah fasa menjadi cair yang memiliki tekanan tinggi mengalir menuju alat ekspansi, sementara air yang keluar memiliki temperatur yang lebih tinggi. Karena air ini akan digunakan lagi untuk proses pendinginan kondensor maka tentu saja temperaturnya harus diturunkan kembali atau didinginkan pada cooling tower. Langkah pertama adalah memompa air panas tersebut menuju cooling tower melewati system pemipaan yang pada ujungnya memiliki banyak nozzle untuk tahap spraying atau semburan. Air panas yang keluar dari nozzle secara langsung sementara itu udara atmosfer dialirkan melalui atau berlawanan dengan arah jatuhnya air panas karena pengaruh.fan/blower yang terpasang pada cooling tower. Untuk mengungkapkan 1 kg air diperlukan kira-kira 600 kcl dengan mengeluarkan kalor laten, dengan mengungkapkan sebagian dari air maka bagian besar dari air pendingin dapat didinginkan, jdi misalnya 1 % dari air dapat di uapkan , air dapat diturunkan temperaturnya sebanyak 6o Cdengan menara pendingin. Sistem ini sangat efektif dalam proses pendinginan air karena suhu kondensasinya sangat rendah mendekati suhu wet-bulb udara. Air yang sudah mengalami penurunan temperature ditampung dalam bak/basin untuk kemudian dipompa kembali menuju kondensor yang berada di dalam chiller. Pada cooling tower juga dipasang katup make up water yang dihubungkan ke sumber air terdekat untuk menambah kapasitas air pendingin jika terjadi kehilangan air ketika proses evaporative cooling tersebut.
Persyaratan Bagi Menara Pendingin ( Cooling Tower )
Kondisi nominal dari menara pendingin
Kapasitas menara pendingin 1 ton refrigrasi di standarisasikan menurut The Jap Anese Cooling tower Industry Association, sebagai berikut :
1 ton refrigrasi 390 kcal/jam pada kondisi :
temperature bola basah 27o C
temperature air masuk 37o C
temperature air keluar 32o C
Vlomue aliran air 13 liter/menit.
Harga standartersebut diatas menentukan prestasi menara pendingin.
Cooling Tower
Fan Coil Unit
Kelebihan :
1. Kebisingan dan getaran mesin pendingin hamper tidak mempengaruhi ruangan
2. Perbaikan dan pemeliharaan lebih mudah
3. Seluruh beban pendingin semua ruangan dalam bangunan dapat dilayani oleh satu system ( unit ) saja.
4. Kelembapan udara dapat diatur
Kekurangan :
1. Harga mula cukup tinggi
2. Biaya operasional yang cukup mahal
3. Unit sentral tidak dapat dipakai untuk rumah sakit, karena kuman- kuman dari ruangan untuk penderita penyakit menular ( melalui saluran udara balik ) dapat disebarkan ke ruangan – ruangan lain.
4. Jika satu komponen mengalami kerusakan dan sistem AC sentral tidak hidup
Jika temperatur udara terlalu rendah atau dingin maka pengaturannya harus pada termostat di koil pendingin pada komponen AHU
MCB (Miniature Circuit Breaker)
Mengenal MCB (Miniature Circuit Breaker)
MCB bekerja dengan cara pemutusan hubungan yang disebabkan oleh aliran listrik lebih dengan menggunakan electromagnet/bimetal. cara kerja dari MCB ini adalah memanfaatkan pemuaian dari bimetal yang panas akibat arus yang mengalir untuk memutuskan arus listrik. Kapasitas MCB menggunakan satuan Ampere (A), Kapasitas MCB mulai dari 1A, 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, 25A, 32A dll. MCB yang digunakan harus memiliki logo SNI pada MCB tersebutCara mengetahui daya maximum dari MCB adalah dengan mengalikan kapasitas dari MCB tersebut dengan 220v ( tegangan umum di Indonesia ).
contoh
Untuk MCB 6A mempunyai kapasitas menahan daya listrik sebesar :
6A x 220v = 1.200 Watt
Beberapa kegunaan MCB :
- Membatasi Penggunaan Listrik
- Mematikan listrik apabila terjadi hubungan singkat ( Korslet )
- Mengamankan Instalasi Listrik
- Membagi rumah menjadi beberapa bagian listrik, sehingga lebih mudah untuk mendeteksi kerusakan instalasi listrik
cara menyentuh bagian putih dari MCB, apakah panas atau tidak.
- Apabila tidak panas,
- Apabila panas
Tuesday, 11 June 2013
kerusakan ac
Sebagai User/Pemakai Air Conditioner ( AC), sebaiknya kita sedikit banyak mengetahui Gejala-gejala kerusakan pada komponen AC anda, bahasan kita kali ini adalah untuk AC Split Wall atau biasa kita sebut AC Split, dimana AC inilah uang paling banyak dipakai Oleh perumahan maupun kantor-kantor yang bergedung Kecil dan menengah. Walaupun bahasan kita ini barang kali sudah kami tampung sebagian di Halaman FAQ pada web ini :
1. AC tidak menyala sama sekali : Kemungkinan besar terjadi permasalahan Pada koneksi Power maka Periksalah Koneksi Power dan jika ada Sekring pada Stop kontak, apabila arus tetap berjalan sampai disitu maka Periksalah Sekring pada Indoor. Apabila semua sudah terhubung maka dapat dipastikan terjadi kerusakan pasa Modul atau PCB yang terletak pada Indoor.
2. AC menjadi Es : AC menjadi Es disebabkan oleh dua faktor : Jika terjadi Es Gumpalan ES pada Pipa besar maka segeralah Panggil teknisi (Kami) karena ac anda perlu diservice, evaporator anda sudah terlalu kotor. Untuk pertolongan pertama bersihkan Filternya terlebih dahulu.Jika terjadi Gumpalan ES pada pipa kecil, bererti AC anda kekurangan Gas freon, sebaiknya perksa dan perbaiki dahulu oleh Teknisi anda (kami) sebelum anda menggunakannya kembali. Sangat Disarankan untuk tidak dihidupkan terlebih dahulu karena akan mengakibatkan kerusakan pada Kompressor jika dalam kondisi seperti ini namun masih terap dijalankan.
3. AC sering mati hidup pada Outdoornya : Kemungkinan setting suhu anda terlalu tinggi maka hanya dengan beberapa waktu suhu ruangan sudah mencapai, sehingga Outdoor diperintahkan mati Oleh sistem. Atau terjadi kerusakan pada Sensornya yang biasa kita sebut Thermistor.
4. AC tidak dapat diremote : Ada dua kemungkinan kerusakan Remote Controller atau mungkin kerusakan pada Sensor.
5. AC hidup tetapi setelah sekitar 5-10 menit listrik Turun : Itu disebabkan kerja kompressor sudah tidak bagus sehingga Konsumsi listrik semakin lama semakin naik sehingga melebihi DAYA listrik dari PLN ( biasanya untuk AC Rumahan ).
6. AC netes Air : bisa juga terjadi seperti Item No.2 atau mungkin karena Bak drainase AC pada indoor sudah tersumbat.
Itulah Gejala-gejala kecil yang perlu anda ketahui sebagai USER Air Conditioning, maka sebaiknya anda CUCI/Service ac anda setidak-tidaknya 3 bulan sekali agar menjaga ac anda tetap Prima dan untuk memperpanjang Umur AC anda...
Sunday, 9 June 2013
TIPS MERAWAT PENDINGIN RUANGAN (AIR CONDITIONER/AC
![]() |
Penggunaan alat pendingin ruangan atau yang disebut dengan Air Conditioner (AC) sudah menjadi salah satu kebutuhan di sebagian masyarakat yang menginginkan ruangannya tetap dalam keadaan sejuk, terutama di kota-kota besar yang bersuhu tinggi.
Agar pendingin ruangan dapat bekerja dengan baik diperlukan suatu perawatan sederhana yang dapat dilakukan oleh pemliknya, perawatan tersebut berguna untuk memjaga agar AC panjang umur dan maksimal dalam mendinginkan ruangan.
Beberapa perawatan yang dapat dilakukan pada AC di rumah diantaranya yaitu:
1. Saat sedang menyalakan AC tutuplah semua pintu dan jendela agar proses pendinginan ruangan dapat berjalan dengan maksimal, selain itu bermanfaat juga untuk mengirit pemakaian listrik.
2. Janganlah menyalakan api atau asap di dalam ruangan yang AC-nya sedang dinyalakan karena selain membuat kerja AC semakin berat juga asap tersebut dapat diserap oleh AC kemudian disebarkan ke seluruh ruangan yang dapat meracuni seluruh penghuini rumah.
3. Bersihkanlah badan AC yang terletak di dalam ruangan dengan menggunakan kain lembut yang lembab minimal seminggu dua kali atau tergantung kondisi, apabila sudah terlihat kotor maka harus cepat-cepat dibersihkan, jangan dibersihkan dengan cairan yang berbau tajam seperti 4lk0h0l, spiritus, atau thiner, karena dapat merusak lapisan terluar badan AC.
4. Bersihkanlah secara berkala minimal satu bulan sekali saringan yang ada di dalam badan AC bagian depan dengan cara:
Agar pendingin ruangan dapat bekerja dengan baik diperlukan suatu perawatan sederhana yang dapat dilakukan oleh pemliknya, perawatan tersebut berguna untuk memjaga agar AC panjang umur dan maksimal dalam mendinginkan ruangan.
Beberapa perawatan yang dapat dilakukan pada AC di rumah diantaranya yaitu:
1. Saat sedang menyalakan AC tutuplah semua pintu dan jendela agar proses pendinginan ruangan dapat berjalan dengan maksimal, selain itu bermanfaat juga untuk mengirit pemakaian listrik.
2. Janganlah menyalakan api atau asap di dalam ruangan yang AC-nya sedang dinyalakan karena selain membuat kerja AC semakin berat juga asap tersebut dapat diserap oleh AC kemudian disebarkan ke seluruh ruangan yang dapat meracuni seluruh penghuini rumah.
3. Bersihkanlah badan AC yang terletak di dalam ruangan dengan menggunakan kain lembut yang lembab minimal seminggu dua kali atau tergantung kondisi, apabila sudah terlihat kotor maka harus cepat-cepat dibersihkan, jangan dibersihkan dengan cairan yang berbau tajam seperti 4lk0h0l, spiritus, atau thiner, karena dapat merusak lapisan terluar badan AC.
4. Bersihkanlah secara berkala minimal satu bulan sekali saringan yang ada di dalam badan AC bagian depan dengan cara:
- Untuk menghindari tersengant listrik sebaiknya matikan dulu lisrtik di rumah.
- Bukalah penutup yang berada di bagian depan dengan cara mencongkelnya menggunakan kedua ujung jari yang diletakkan di kedua sisi AC.
- Setelah penutupnya terlepas maka akan terlihat saringan yang ada di dalamnya, umumnya terdapat dua buah saringan yang terletak di kiri dan kanan.
- tariklah saringan tersebut ke arah bawah dengan hati-hati agar debu yang menempel pada saringan tidak bertebaran ke mana-mana.
- Setelah saringan terlepas maka tahapan selanjutnya adalah membersihkan debu yang menempel pada saringan, caranya adalah dengan menyedotnya menggunakan Vacuum cleaner, namun bila tidak ada vacuum cleaner anda dapt membersihkan debu tersebut menggunakan kuas.
- Apabila saringan sudah bersih maka dapat dipasang kembali ke tempat semula,
- Sebelum penutupnya dipasang kembali bersihkanlah debu-debu yang menempel di sekitar tempat saringan.
5. Gantilah saringan yang yang terbuat dari baja nano titanium setiap setahun sekali, proses pengerjaan ini harus dilakukan oleh yang ahli karena bila kurang hati-hati maka nano titanium ini akan rusak.
6. Bagian AC yang berada di luar ruangan memang dibuat untuk tahan berada di ruang terbuka, namun tetap saja sebagian komponennya yang terbuat dari besi akan karat dan patah dimakan waktu, oleh sebab itu maka sebaiknya bagian ini terlindungi oleh panas dan hujan, selain itu bagian ini harus bersih dari dedaunan yang menutupinya yang dapat menghambat kerja AC dalam mendinginkan ruangan.
7. Lihatlah sesekali saluran pembuangan air dari AC apakh alirannya lancar atau tidak.
8. Aturlah suhu AC agar sesuai dengan kebutuhan, jangan sampai mengatur suhu ruangan dengan sangat dingin yang dapat mengganggu kesehatan penghuninya.
9. Janganlah menyalakan AC secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama tanpa mematikannya, matikanlah AC lalu bukalah seluruh pintu dan jendela agar terjadi pertukaran/sirkulasi udara sehingga udara di dalam menjadi segar kembali.
10. Matikan AC bila ada salah satu anggota keluarga sedang sakit karena AC dapat berperan dalam menyebarkan virus ataupun bakteri ke seluruh ruangan.
11. Bila terjadi sesuatu hal yang tidak biasa pada AC anda seperti tidak dingin, menetesnya air dari badan AC yang ada di dalam ruangan, maka cepatlah hubungi tukang servis AC untuk memperbaikinya dan jangan dulu menyalakan AC.
12. jagalah dengan baik-baik remote control AC jangan sampai rusak karena terjatuh atau terbanting, gantilah batu batre yang sudah habis strumnya dengan yang baru.
14. Matikanlah AC dengan mencabut kabel penghubung ke listrik di rumah apabila anda akan meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang lama.
service cuci berkala setiap 3 bulan/4 bulan sekali
sumber:http://perawatanrtdonto.blogspot.com/2013/03/sejarah-air-condition-ac.html
contact person:
MEGA TEKHNIK SERVICE
spesialis ac ruangan
jual/beli baru/second,bongkar/pasang(pindah},perbaikan kerusakan,service,perawatan,dll.
jl.pangeran ayin.komp.GRIYA PERMATA SUKMA D.14
CHANDRA
081271584848/085758000372
*khusus daerah palembang dan sekitar nya.
service cuci berkala setiap 3 bulan/4 bulan sekali
sumber:http://perawatanrtdonto.blogspot.com/2013/03/sejarah-air-condition-ac.html
contact person:
MEGA TEKHNIK SERVICE
spesialis ac ruangan
jual/beli baru/second,bongkar/pasang(pindah},perbaikan kerusakan,service,perawatan,dll.
jl.pangeran ayin.komp.GRIYA PERMATA SUKMA D.14
CHANDRA
081271584848/085758000372
*khusus daerah palembang dan sekitar nya.
Sunday, 3 March 2013
Mengenali Specksifikasi AC PANASONIC
Specsifikasi AC merk Panasonic
Envio Inverter Series
CS-S10JKP
o INVERTER
o Patrol Sensor dengan 3 warna indikator dengan design terbaru
o Advanced E-ion Air purifying System
o Design Revolusioner (Indoor Unit)
o Mild Dry Cooling
CS-S10MKP
* 1 PK
* 730 (225-920) Watt
* 290 x 870 x 204( indoor)
* 510 x 650 x 230( outdoor)
* Pemakaian listrik dapat dihemat hingga 50%(INVERTER Technology)
* Semakin hemat listrik hingga 30%
* Patrol Sensor dengan 3 warna indikator dengan design terbaru
* Advanced E-ion Air Purifying System
* Design Revolusioner (Indoor Unit)
* Mild Dry Cooling
CS-S13MKP
* 1 1/2 PK
* 1010 (260-1200) Watt
* 290 x 870 x 204( indoor)
* 540 x 780 x 289( outdoor)
* Pemakaian listrik dapat dihemat hingga 50%(INVERTER Technology)
* Semakin hemat listrik hingga 30%
* Patrol Sensor dengan 3 warna indikator dengan design terbaru
* Advanced E-ion Air Purifying System
* Design Revolusioner (Indoor Unit)
* Mild Dry Cooling
CS-S18MKP
* 2 PK
* 1440 (290-1700) Watt
* 290 x 1070 x 235( indoor)
* 540 x 780 x 289( outdoor)
* Pemakaian listrik dapat dihemat hingga 50%(INVERTER Technology)
* Semakin hemat listrik hingga 30%
* Patrol Sensor dengan 3 warna indikator dengan design terbaru
* Advanced E-ion Air Purifying System
* Design Revolusioner (Indoor Unit)
* Mild Dry Cooling
CS-S24MKP
* 2 1/2 PK
* 1880 (320-2200) Watt
* 290 x1070 x 235( indoor)
* 695 x 875 x 320( outdoor)
* Pemakaian listrik dapat dihemat hingga 50%(INVERTER Technology)
* Semakin hemat listrik hingga 30%
* Patrol Sensor dengan 3 warna indikator dengan design terbaru
* Advanced E-ion Air Purifying System
* Design Revolusioner (Indoor Unit)
* Mild Dry Cooling
Envio Series
CS-C9JKP
o Patrol Sensor dengan 3 warna indikator dengan design terbaru
o Advanced E-ion Air purifying System
o Design Revolusioner (Indoor Unit)
CS-C7MKP
* 3/4 PK
* 590 WATT
* 290 x 870 x 204( indoor)
* 510 x 650 x 230( outdoor)
* Semakin hemat listrik hingga 20%
* Patrol Sensor dengan 3 warna indikator dengan design terbaru
* Advanced E-ion Air Purifying System
* Design Revolusioner (Indoor Unit)
CS-C9MKP
* 1PK
* 800 WATT
* 290 x 870 x 204( indoor)
* 510 x 650 x 230( outdoor)
* Semakin hemat listrik hingga 20%
* Patrol Sensor dengan 3 warna indikator dengan design terbaru
* Advanced E-ion Air Purifying System
* Design Revolusioner (Indoor Unit)
CS-C12MKP
* 1 1/2 PK
* 1.110 WATT
* 290 x 870 x 204( indoor)
* 510 x 650 x 230( outdoor)
* Semakin hemat listrik hingga 20%
* Patrol Sensor dengan 3 warna indikator dengan design terbaru
* Advanced E-ion Air Purifying System
* Design Revolusioner (Indoor Unit)
CS-C18MKP
* 2 PK
* 1.750 WATT
* 290 x1070 x 235( indoor)
* 540 x 780 x 289( outdoor)
* Semakin hemat listrik hingga 20%
* Patrol Sensor dengan 3 warna indikator dengan design terbaru
* Advanced E-ion Air Purifying System
* Design Revolusioner (Indoor Unit)
CS-C24MKP
* 2 1/2 PK
* 2.350 WATT
* 290 x1070 x 235( indoor)
* 750 x 875 x 345( outdoor)
* Semakin hemat listrik hingga 20%
* Patrol Sensor dengan 3 warna indikator dengan design terbaru
* Advanced E-ion Air Purifying System
* Design Revolusioner (Indoor Unit)
Semi Deluxe Series
CS-KC5JKJD
o Low Wattage 320 Watt
o Powerful Mode
o Quiet Mode
o Timer On/Off 24 Jam
o Economy Mode
CS-KC5MKJ
* 1/2 PK
* Low Wattage 320 Watt
* Powerful Mode
* Quiet Mode
* Timer On/Off 24 Jam
* Super Allerubuster Filter
* Eco Smart
CS-KC7MKJ
* 3/4 PK
* Low Wattage 530 Watt
* Powerful Mode
* Quiet Mode
* Timer On/Off 24 Jam
* Super Allerubuster Filter
* Eco Smart
CS-KC9MKJ
* 1PK
* Low Wattage 660 Watt
* Powerful Mode
* Quiet Mode
* Timer On/Off 24 Jam
* Super Allerubuster Filter
* Eco Smart
Standard Series
CS-PC5MKJ
* 1/2 PK
* 395 WATT
* 799 x 280 x 208( indoor)
* 546 x 530 x 253( outdoor)
* Timer ON/OFF 24Hour
* Smart Standby
CS-PC7MKJ
* 3/4 PK
* 595 WATT
* 799 x 280 x 208( indoor)
* 546 x 530 x 253( outdoor)
* Timer ON/OFF 24Hour
* Smart Standby
CS-PC9MKJ
* 1 PK
* 840 WATT
* 799 x 280 x 208( indoor)
* 546 x 530 x 253( outdoor)
* Timer ON/OFF 24Hour
* Smart Standby
CS-PC12MKP
* 1 1/2 PK
* 1170 WATT
* 290 x 870 x 204( indoor)
* 510 x 650 x 230( outdoor)
* Super Alleru Filter
* Soft Dry Operation Mode
* Wide & Long Airflow Vane
* Blue Fin Condensor
* Removable, Washable Panel
CS-PC18MKP
* 2 PK
* 1920 WATT
* 290 x 1070x 235( indoor)
* 540 x 780 x 289( outdoor)
* Super Alleru Filter
* Soft Dry Operation Mode
* Blue Fin Condensor
* Removable, Washable Panel
CS-PC24MKP
* 2 1/2 PK
* 2570 WATT
* 290 x 1070x 235( indoor)
* 750 x 875 x 345( outdoor)
* Super Alleru Filter
* Soft Dry Operation Mode
* Blue Fin Condensor
* Removable, Washable Panel
Subscribe to:
Posts (Atom)
